Wednesday, November 29, 2006

MENAKAR WANITA LEWAT FISIK

Di luar ruang pesakitan, seorang ibu dan bocahnya tampak gusar. Maklum, hari itu sang suami tengah berbaring sakit, menanti sang maut menjemput. Atas usaha sang ibulah, akhirnya bocah semata wayang itu minta agar dia diberikan izin untuk menjumpai sang ayah untuk kali terakhir.

Kaki si bocah gendut itu pun melangkah kecil penuh ragu. Pertemuan mengharukan antara anak-bapak pun terjadi. Ada empat wasiat yang disampaikan sang ayah pada detik-detik menjelang kematiannya. Salah satu pesan yang disampaikan ayahnya bisa dibilang kontroversial. Katanya, jika Hal dewasa nanti, carilah wanita berdada padat dan berbokong aduhai.

Wasiat terakhir itu rupanya melekat kuat dalam benak Hal. Hal dewasa (Jack Black) dikenal sebagai lelaki yang punya selera tinggi. Apalagi, karier Hal sebagai seorang profesional bisa dibilang mapan. Jangan heran, kalau Hal doyan pada gadis-gadis bertubuh singset dan berparas ayu. Pendek kata, Hal punya pemikiran dangkal. Segala sesuatu yang berurusan dengan wanita selalu dilihat dari bentuk fisik.

Hal tak mau bercermin diri. Padahal, dari segi fisik ia bukanlah laki-laki yang tergolong ideal bagi gadis-gadis yang ditaksirnya. Sikap dangkal Hal makin jadi, terlebih ia punya sahabat yang satu tipe, Mauricio (Jason Alexander), bertubuh "pendekar" alias pendek kekar plus punya ekor tulang punggung yang sangan menonjol.

Tibalah suatu saat, mukjizat datang padanya. Ia bertemu dengan seorang psikolog kesohor, Tony Robbins, yang dalam film ini memerankan dirinya sendiri. Dalam pertemuan itulah, Robbins menyarankan agar Hal tak melihat seseorang dari penampilan tapi lebih pada kecantikan yang ada dalam dirinya (inner beauty).

Pesan itulah yang akhirnya menjungkirbalikkan otak bawah sadarnya. Amanat yang disampaikan mendiang ayahnya tak lagi melekat di otaknya. Hal berubah 180 derajat. Ia tak lagi memandang orang dari segi fisik, tapi mampu melihat dari kedalaman hatinya. Maka, bentuk tubuh gembrot sekalipun, di mata Hal akan tampak langsing singset plus jelita.

Shallow Hal garapan sutradara kakak-adik, Peter Farrelly dan Bobby Farrelly ini, diawal-awal memang tak begitu menghadirkan guyonan yang mengigit, namun memasuki adegan-adegan yang menghadirkan perubahan karakter Hal, bayolan-banyolan konyol ditabur Peter dan Bobby.

Terlebih, ketika Hal bertemu seorang gadis cantik bernama Rosemary (Gwyneth Paltrow). Di mata Hal, Rosemary adalah gadis berparas ayu dengan dengan tubuh tinggi langsing. Tapi, kondisi itu bukanlah bentuk yang sebenarnya.

Di mata kebanyakan orang justru sebaliknya. Rosemary adalah gadis bertubuh besar. Bentuk tubuh wanita yang paling dihindari Hal sebelum bertemu Robbins.Sontak, kejadian ini menghentakkan seluruh rekan dekat Hal, tak terkecuali Mauricio. Hal dianggap kena sihir Robbins.

Dalam film ini, Paltrow hadir dalam dua bentuk. Sosok Paltrow yang sebenarnya dan Paltrow yang bertubuh gendut, lewat bantuan make up yang sempurna. Adegan-adegan, tatkala Hal menjalin asrama dengan Rosemary memang paling menarik, bahkan tampak konyol. Banyak adegan yang mengundang tawa.

Peter dan Bobby berharap banyak bahwa film Shallow Hal dapat mengulang sukses film-film yang pernah meraih sambutan penonton dunia. Film komedi Dumb and Dumber, yang dirilis pada tahun 1994, berhasil bertengger di tangga film teratas. Menggondol pendapatan lebih dari 340 juta dollar di seluruh dunia. Lantas, filmnya berjudul Theres Something About Mary (1998) berhasil menduduki sebagai film dengan pendapatan terbesar keempat. Bahkan film terakhir ini mendapat penghargaan dari New York Film Critics untuk Cameron Diaz sebagai artis terbaik, Masuk nominasi Golden Globe untuk Best Picture dan Komedi terbaik versi Peoples Choice Award pada tahun 1998.